Apa Itu Zakat dan Kenapa Harus Berzakat

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang diwajibkan kepada umat Islam yang mampu secara finansial untuk membersihkan hartanya. Secara bahasa, zakat berarti "bersih" atau "suci." Dalam konteks Islam, zakat adalah kewajiban mengeluarkan sebagian harta tertentu untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, dengan tujuan untuk membersihkan dan mensucikan harta serta jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia. Zakat tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial tetapi juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jenis-Jenis Zakat

Ada dua jenis zakat yang dikenal dalam Islam:

  1. Zakat Fitrah: Zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang hari raya Idul Fitri. Besaran zakat fitrah biasanya berupa makanan pokok sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa.

  2. Zakat Mal (Harta): Zakat yang dikeluarkan dari harta benda seseorang yang telah mencapai nisab (batas minimal harta yang wajib dizakati) dan haul (sudah dimiliki selama satu tahun). Zakat mal mencakup harta seperti emas, perak, hasil pertanian, perniagaan, hewan ternak, dan lain-lain.

Dalil tentang Zakat dalam Al-Quran

Allah SWT telah menyebutkan perintah zakat di banyak ayat dalam Al-Quran. Beberapa ayat di antaranya adalah:

  1. Surah Al-Baqarah Ayat 43:

    “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.” (QS. Al-Baqarah: 43)

    Ayat ini menunjukkan bahwa zakat adalah kewajiban yang sejalan dengan perintah untuk mendirikan shalat, yang menandakan betapa pentingnya zakat dalam ajaran Islam.

  2. Surah At-Taubah Ayat 60:

    "Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. At-Taubah: 60)

    Ayat ini menjelaskan siapa saja golongan yang berhak menerima zakat, yang dikenal sebagai asnaf (delapan golongan penerima zakat).

Dalil tentang Zakat dalam Hadis

Rasulullah SAW juga menegaskan tentang kewajiban zakat melalui berbagai hadis. Berikut adalah beberapa hadis tentang zakat:

  1. Hadis tentang Kewajiban Zakat:

    Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya Allah mewajibkan zakat kepada mereka yang kaya dari kalangan umat Islam untuk diberikan kepada yang fakir di antara mereka. Tidaklah harta orang kaya dikurangi kecuali karena tidak menunaikan zakatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Hadis ini menunjukkan bahwa zakat adalah kewajiban yang diberikan kepada orang kaya untuk membantu kaum fakir dan miskin, sehingga tercipta keseimbangan sosial.

  2. Hadis tentang Balasan bagi yang Tidak Membayar Zakat:

    Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda:

    “Barang siapa yang diberi harta oleh Allah, tetapi tidak menunaikan zakatnya, maka pada hari kiamat harta tersebut akan diwujudkan menjadi ular yang sangat berbisa, yang akan melilit lehernya sambil menggigit rahangnya dan berkata, ‘Aku hartamu, aku simpananmu.’” (HR. Bukhari)

    Hadis ini memberikan peringatan kepada mereka yang tidak membayar zakat bahwa harta yang tidak dikeluarkan zakatnya akan menjadi sumber siksaan di akhirat.

Program Donasi

Sedang memuat data